Jumat, 10 Mei 2013

12 Kritik untuk Massimo Moratii (Inter Milan)



Presiden Massimo Moratti tak hanya melihat timnya takluk dari Lazio di Giuseppe Meazza, Rabu (8/5). Sang patron juga harus menyaksikan banyak spanduk dibentangkan para suporter yang berisi tuntutan untuk dirinya.

Pelaku utamanya adalah penghuni tribun utara Giuseppe Meazza. Sebelum partai bergulir, mereka membentangkan 12 pertanyaan untuk Moratti. Berikut isinya:

1. Kami ingin bertanya, mengapa sang juru transfer handal Gabrielle Orialli pergi? Apa alasannya? Tolong jelaskan!

2. Mengapa jersey tandang Inter berwarna merah? Padahal, warna kebanggaan kita adalah biru, sesuai dengan tujuan para pendirinya.

3. Saat ayah Anda (Angelo Moratti) memimpin, Impian Inter adalah Liga Champion. Anda pun berkata impian Anda serupa. Lalu, mengapa perbincangan selalu terpaku pada stadion baru?

4. Mengapa para pemain yang pergi selalu berkata baik tentang Inter, tapi tetap saja menyakiti Inter?

5. Mengapa Inter selalu disebut keluarga besar saat kenyataannya berbicara lain? Tidakkah disadari semua orang memikirkan diri sendiri dan mengamankan jabatan?

6. Bagaimana mungkin perusahaan yang Anda kelola selalu pasif menghadapi setiap serangan dan kriti dari media massa?

7. Mengapa tim medis disalahkan? Bukankah mereka berperan besar saat kita meraih treble winners?

8. Mengapa Anda selalu menjual pemain favorit kami?

9. Anda selalu berdalih dengan peremajaan skuad. Namun, mengapa Anda menjual beberapa pemain muda dengan prospek cerah?

10. Dari 2010 hingga 2013, dari posisi puncak, klub terpuruk hingga kondisi sekarang. Menelaah contoh klub Eropa lainnya, apakah Anda percaya hal ini dilatari oleh pemain dan pelatih?

11. Di Inter, ada seorang penyusup yang tak pernah terlihat di klub lain. Bukankah lebih menguntungkan bila memiliki sosok pemimpin yang dapat meningkatkan rasa memiliki, menangani seluruh urusan klub dan berani membela klub?

12. Seluruh banner berisi kritik, bukan pujian. Mengapa Anda tidak menanggapi sama sekali?

Terkait pertanyaan terakhir, Moratti lantas tergerak. Selepas pertandingan, dia berujar, "Bahkan sebagai seorang suporter, saya akan melakukan hal serupa," tuturnya seperti dilansir SempreInter.
 
"Protes fans berjalan sopan, saya tidak bisa menyikapinya dengan kemarahan," sambung Moratti. (Anju)

Artikel Terkait

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply
Insommagz