Kamis, 20 September 2012

FILOSOFI : Sudah Terlanjur Hidup Maka Aku Harus Kaya


Sebuah kalimat yang terkesan arogan, yang saya dapat disela-sela mata kuliah yang menurut saya cukup membosankan dan membingungkan, karena tak  jelas arah mana yang akan dituju. Materi dan penjelasan ibarat kutub magnet yang senama, sehingga sangat bertolak belakang. Namun setelah saya cermati dan saya renungi ada pelajaran yang bisa diambil dari kekhonyolan pelajaran ini. Justru   yang sampai saat ini selalu ku jadikan sebuah motivasi dalam menjalani hari-hari dikehidupanku. Sebenarnya apa sih makna dibalik kata-kata itu. Mari kita renungkan bersama.
KAYA,,,,kebanyakan orang beranggapan bahwa kaya identik dengan materi(uang dan harta benda). Namun sesungguhnya kaya kaya itu sendiri tidak hanya mengarah pada harta benda, dan kaya adalah sebuah kata yang relatif. Kita dapat mendeskripsikan kaya itu dengan berjuta persepsi kita masing-masing.
Dan untuk menjadikan kita kaya terlebih dahulu kita perlu mengingat hal  yang kita anggap kecil namun sesungguhnya hal itu sangat penting untuk kita ketahui.
Pertama perlu kita tahu bahwa untuk bisa terlahir didunia ini kita telah melewati proses yang panjang, sehingga perlu kita tanamkan dalam diri kita jiwa pemenang yang tinggi.

 Mungkin kita semua bertanya-tanya apa hubungannya kaya dengan pemenang????
Hubungan keduanya sangatlah erat, karena apabila kita mempunyai jiwa pemenang maka kita tidak akan takut dan menyerah pada hal apapun, mestipun kita kalah dalam suatu hal namun kita tidak akan merasa kecil dan tersisih namun kita dapat mengambil pelajaran  yang dibalik kegagalan kita untuk memperbaiki kekurangan dalam diri kita. Dan apabila jiwa pemenang sudah melekat pada diri kita senjutnya yang perlu kita semua lakukan  untuk dapat menyandang kita “KAYA” yang sesungguhnya yaitu kita perbanyak  DUIT (Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal). Dengan DUIT kita akan mendapatkan kaya yang sesungguhnya, entah itu kaya materi, kaya hati, kaya iman, kaya ilmu, dan kaya-kaya yang lain yang mungkin lebih tinggi tingkatannya lagi.

Tapi tetap selalu  ingatlah kaya itu relatif, maka pandai-pandailah bersyukur dan menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang agar kita senantiasa menjadi seorang yang tidak silau dengan kata kaya yang semu.

Mari kita bersama berkata “SUDAH TERLANJUR HIDUP MAKA AKU HARUS KAYA” sekeras mungkin  agar tumbuh semangat untuk terus berusaha, dan dengan kata itu kita padamkan sikap putus asa.

“Berfikirlah efisien dan jangan mengejar sukses tapi jadilah orang besar maka kesuksesan akan mengejarmu”
  

 karya : Ratna Sari

Artikel Terkait

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply
Insommagz